TIGA SERANGKAI

TIGA SERANGKAI
Lambang SBDS Tiga Serangkai

KHATAMAN AKBAR



KHATAMAN AKBAR AKAN DIADAKAN DIMADURA ( PUSAT ).
SEBELAH PASAR LABANG, TGL 26 APRIL 2009

Air Embun Matahari

Air Embun Matahari
Air Pengobatan

Banyak Memberi, Banyak Pula Menerima

Berdasar pengalaman nyata, “Siapa yang banyak memberi, ia akan banyak menerima. Itulah kekuatan hukum ajaib manajemen sedekah.” Wassadaqatu syain un ‘ajib – Sedekah itu sesuatu yang yang ajaib, “ terang Rasulullah SAW. Dalam hadis lain yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Nabi akhir zaman ini bersabda, “Man kaa nafi haa jati akhii hi. Kaa nallahu fi haajatihii – Barangsiapa dapat menolong keperluan sesamanya, nanti Allah akan menolong keperluannya pula “. Seorang Ahli Hikmah memberi misal, “Tanamlah setiap hari sebatang pohon, suatu ketika anda dapat berlindung dibawahnya“.Benarlah janji Allah dalam Al Quran dan sabda Rasulullah SAW bahwa Allah akan melipatgandakan rezeki orang-orang yang senang menginfakkan atau mensedekahkan hartanya di jalan Allah “ ( Al Baqarah 261 ). “Semakin besar zakat, sedekah yang dikeluarkan, semakin besar pula keuntungan yang didapatkan perusahaannya”. Dasarnya firman Allah SWT, “ Barangsiapa menafkahkan hartanya, maka Dia akan menggantinya dengan yang lebih baik “

TIGA SERANGKAI


PERGURUAN SENI BELADIRI SILAT
TIGA SERANGKAI

SEJARAH SINGKAT

Perguruan Seni Bela Diri Silat Tiga Serangkai yang sering disingkat sebagai perguruan TS merupakan suatu perguruan silat tenaga dalam, berasal dari pulau Madura Kabupaten Bangkalan – Madura. Perguruan TS ini adalah Seni Bela Diri Do’a yang terbentuk, digali dan bersumber dari nilai-nilai luhur agama dan budaya bangsa Indonesia. Perguruan ini telah mengembangkan keilmuannya sesuai dengan potensial tenaga dalam yang ada pada setiap tubuh manusia serta melalui kekuatan supranatural atau permohonan dan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan hidup, baik untuk pertahanan dan ketahanan tubuh ( beladiri ), terapi atau pengobatan suatu penyakit maupun digunakan untuk keperluan-keperluan hidup lain sehari-hari.

Guru Besar ( Pembina ) dan sekaligus sebagai pendiri Perguruan TS adalah Bapak Drs. Ec. Sugianto. Beliau seorang yang sangat ramah, sabar, rendah hati dan sangat alim sehingga perguruan ini sangat diminati, disegani dan dihormati masyarakat. Tidak heranlah apabila perguruan ini berkembang sangat pesat ke segala pebjuru pelosok tanah air.

Menapak tilas Perguruan TS ini senantiasa erat hubungannya dengan keberadaan Guru Besar atau bapak Pembina. Sejarah terbentuknya Perguruan TS tidaklah lepas dari perjalanan dan pengalaman hidup Pembina dalam menggeluti dan menempa diri ilmu-ilmu beladiri, baik ilmu beladiri fisik maupun non fisik. Berkat pengalaman dan penguasaan ilmu yang didapat itulah menjadikannya beliau sebagai seorang Guru Besar yang berwibawa dan kharismatik di mata murid-muridnya. Menurut penjelasannya, sejal kecil Pembina telah malang melintang menggeluti dan mempelajari berbagai ilmu beladiri diantaranya adalah perguruan “Budi Suci”, Lemkari ( Karate ), “Karimah”, ilmu-ilmu “Kanoragan” dan lain sebagainya dari berbagai daerah di tanah air. Pada suatu kesempatan, Pembina dan kakak Pembina dari Sumenep ( Madura ) yang masih ada kaitan kerabat dengan “Bujuk Lanjeng”, “Bujuk Lempek”, Bujuk Mahe” dan “Bindere Saod”, sangat membantu dalam memantapakan serta mewarnai keilmuannya. Dari kakeknya inilah Pembina dididik dan dibina sejak kecil. Ilmu-ilmu yang telah dikuasainya diramu, dipadu, diuji cobakan dan dikembangkan terus dengan tekun serta diikuti permohonan ( Do’a ) kepada Allah SWT, maka terciptalah / lahirlah suatu ilmu beladiri yang mempunyai karakteristik ( Kekhususan ) tersendiri. Ilmu beladiri tersebut merupakan “Ilmu Seni Bela Diri Do’a” yang didalamnya terkandung perpaduan yang solid dari beberapa unsure, yaitu kemampuan, pengetahuan, Sugesti dan Etika ( Akhlaqul Karimah ) yang membentuk suatu kekuatan / tenaga yang utuh dan sempurna. Ternyata Ilmu Seni Bela Diri Do’a tersebut memiliki keunggulan tersendiri yang bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga maupun masyarakat.

Pembina pertama kali mengajarkan dan menularkan Ilmu Seni Bela Diri Do’a tersebut hanya di lingkungan keluarga dan kerabat dekatnya. Tetapi melihat dampak positif dan manfaat yang sangat dirasakan oleh masyarakat serta atas desakan sesepuh / tokoh masyarakat sekitarnya, akhirnya dengan dengan ikhlasan hati yang tulus Pembina mebuka diri dan mengajarkannya kepada siapa saja yang betul-betul berminat. Pada tanggal 1 April 1991 terbentuklah suatu organisasi seni bela diri yang membuka tiga cabang sekaligus dalam waktu bersamaan, Yaitu Cabang Cukong, Cabang Kalisat dan Cabang Jember. Guna mengenang dan mengingat hari yang bersejarah itu, organisasi ilmu bela diri do’a ini diberi nama “Perguruan Seni Bela Diri Silat TIGA SERANGKAI”
Dan Desa Jukong ditetapkan sebagai Pusat Perguruan TS karena Pembina bertempat tinggal dan berdomisili di Desa Jukong, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan. Sejak itulah tonggak sejarah Perguruan Seni Bela Diri Silat TIGA SERANGKAI berkembang terus hingga sekarang. Pada tanggal 23 Mei 1991 Perguruan Seni Bela Diri Silat TIGA SERANGKAI terdaftar sebagai Organisasi Kesenian / Kebudayaan pada kantor Depdikbud Kabupaten Bangkalan dengan Nomor Induk : 27/E/2 G/I.04.13/C/1991
Serta berdasarkan surat keputusan Ketua Umum Ikatan Pencak Silat ( IPSI ) Kabupaten Bangkalan nomer : 02/IPSI/PC.bkl/93/SK tanggal 22 Nompember 1993 secara resmi Perguruan TS ini dinyatakan sah sebagai anggota IPSI Kabupaten Bangkalan.
Semoga Perguruan Seni Bela Diri Silat TIGA SERANGKAI senantiasa berkarya, utuh, kuat, jaya, dan selalu dalam ridlo Alla SWT. Amin…..